TOLERANSI BERAGAMA
Nama : Lyonard Gemilang Putra Merdeka Gustiansyah
Cluster : 5
Pada zaman sekarang, semakin banyak masyarakat yang mengucilkan masyarakat lainnya hanya karena perbedaan agama. Terlebih lagi, mereka bahkan saling menyerang satu sama lain. Kurangnya toleransi beragama masih menjadi suatu masalah yang dimiliki oleh negara Indonesia ini. Padahal, setiap orang berhak dalam memilih agamanya masing-masing. Tidak ada yang bisa memaksakan hak setiap orang dalam memilih agama yang mereka percaya. Hal inilah yang harus dipahami oleh masyarakat Indonesia agar perpecahan tidak terjadi.
Contoh-contoh
kasus intoleransi beragama di Indonesia, yaitu penyerangan Klenteng di Kediri,
aksi sosial jemaat Gereja karena dituding kristenisasi, kebaktian di Sabuga
Bandung dibubarkan oleh ormas Islam, biksu yang dilarang beribadah di Tangerang,
gereja di Samarinda dilempar bom Molotov, dan pastor gereja di Medan nyaris
jadi korban bom bunuh diri saat pimpin misa. Penyerangan Klenteng di Kediri
terjadi pada hari Sabtu, 13 Januari 2018 malam. Tempat ibadah bagi para etnis
Cina dilempari batu, yang membuat kaca jendela pecah.
Aksi
sosial jemaat Gereja karena dituding kristenisasi terjadi di Yogyakarta. Front
Jihad Islam (FJI) dan ormas lainnya membubarkan acara bakti sosial yang digelar
di Gereja Katolik Santo Paulus Pringgolayan. Aksi tersebut mau tidak mau
dibatalkan karena dianggap sebagai upaya kristenisasi. Kebaktian di Sabuga
Bandung dibubarkan oleh ormas Islam terjadi di Bandung, pada tanggal 16
November 2016 lalu. Kebaktian tersebut diberhentikan karena Pembelu Ahlu Sunnah
menggelar unjuk rasa untuk menolak digelarnya kebaktian tersebut.
Biksu
yang dilarang beribadah di Tangerang terjadi pada tanggal 7 Februari 2018 lalu.Warga
menolak atas kegiatan kebaktian umat Budha dengan melakukan tebar ikan di
lokasi danau bekas galian pasir di Kampung Kebon Baru, Desa Babat. Sebelumnya,
warga resah karena biksu tersebut melaksanakan ibadah dengan mengundang jemaat
dari luar. Warga sempat meminta biksu tersebut untuk pindah dari kampung
tersebut. Namun, kecurigaan mereka salah, karena biksu tersebut hanya memberi
makan. Lalu, mereka juga memastikan kalua rumah biksu itu bukan rumah ibadah.
Gereja
di Samarinda dilempar bom Molotov terjadi pada hari Minggu, 13 November 2016.
Aksi terror tersebut dilakukan oleh simpatisan ISIS. Terdapat beberapa korban
anak-anak dari insiden tersebut. Seorang balita usia dua tahun bernama Intan
Oliva Marbun meninggal dunia akibat luka bakar yang fatal dan tiga anak lainnya
yang terluka tidak kalah serius. Padahal, sebelum insiden ini terjadi, anak-anak
sedang bermain dengan di halaman gereja. Pelaku dari insiden tersebut dijatuhi
hukuman seumur hidup oleh Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
Pastor
gereja di Medan nyaris jadi korban bom bunuh diri saat pimpin misa terjadi pada
hari Minggu, 28 Agustus 2016. Pastor Albert Pandiangan diserang oleh seorang
pemuda berusia 18 tahun. Pelaku berpura-pura menjadi jemaat dan dia juga
membawa pisau dan bom rakitan di dalam tas yang ia bawa. Pastor berlari dan
menghindar setelah melihat gerak-gerik pelaku yang mencurigakan. Pelaku
mengejar dan untungnya sebagian jemaat berhasil menyelamatkan Pastor sebelum
bom tersebut meledak.
Dari
kasus-kasus intoleransi beragama tersebut, dapat disimpulkan kalau Indonesia
masih belum bisa menyelesaikan masalah intoleransi beragama. Masyarakat di
Indonesia harus segera sadar akan pentingnya toleransi. Perbedaan bukanlah
menjadi penyebab bagi kita untuk saling bermusuhan. Dengan perbedaan
tersebutlah kita harusnya belajar untuk saling menghargai dan menjaga satu sama
lain agar negara tidak terpecah. Dengan adanya toleransi, sudah bisa dipastikan
kalau hidup akan terasa aman, nyaman, dan tentram. Sudah sebaiknya kita menerapkan
sikap toleransi dari sekarang.
Dalam
toleransi beragama kita harus memahami dulu apa itu norma agama. Norma agama
dimiliki oleh semua agama. Norma agama adalah aturan yang dijadikan sebagai
pedoman hidup untuk hidup berdampingan dengan masyarakat lainnya. Norma agama
memiliki ciri-ciri, yaitu bersumber dari Tuhan, memiliki sifat yang abadi,
ketika melaksanakan ibadah akan mendapat pahala dan jika melanggar akan
mendapatkan dosa, dan berlaku bagi semua umat. Selain itu, norma agama tentunya
memiliki tujuan dan fungsi. Tujuan dari norma agama, yaitu untuk menjadikan
manusia yang lebih baik lagi karena norma agama sendiri lebih mengarah kepada
batin manusia.
Sesudah
tujuan, tentunya norma agama memiliki fungsi. Fungsi norma agama, diantara lain
sebagai fungsi pendidikan, fungsi penyelamat dan kontrol sosial, fungsi
persatuan solidaritas, fungsi kreatif dan pembaharuan masyarakat, dan fungsi
perdamaian. Fungsi pendidikan dalam norma agama, yaitu semua agama mengajarkan
hal-hal kebaikan. Semua ajaran agama pasti mengajarkan hal-hal tersebut. Tidak
ada ajaran agama yang mengajarkan kita untuk berbuat hal yang buruk. Oleh
karena itu, norma agama memiliki fungsi Pendidikan bagi masyarakat.
Yang
kedua, yaitu fungsi penyelamat dan kontrol sosial. Fungsi penyelamat dan
kontrol sosial dalam norma agama, yaitu menyadarkan orang untuk berbuat baik.
Sehingga, masyarakat pun dapat terhindar dari sanksi sosial akibat tidak
mematuhi aturan-aturan yang ada di dalam ajaran agamanya. Ajaran agama juga
dapat mengajak penganutnya agar peka dalam menghadapi masalah sosial. Yang
ketiga, yaitu fungsi persatuan. Fungsi persatuan solidaritas dalam norma agama,
yaitu memiliki keinginan untuk menanamkan kekeluargaan atau solidaritas antar
umat beragama.
Keinginan
untuk menanamkan kekeluargaan atau solidaritas antar umat beragama tersebut
akan membuat antar umat beragama saling menghargai satu sama lain. Sehingga,
hal tersebut dapat mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara tanpa adanya
konflik. Yang keempat, yaitu fungsi kreatif dan pembaharuan masyarakat. Fungsi
kreatif dan pembaharuan masyarakat dalam norma agama, yaitu menjadikan agama
sebagai pandangan hidup dan juga mengajak masyarakat untuk mendorong ke arah
pembaharuan secara produktif dan inovatif.
Yang
kelima, yaitu fungsi perdamaian. Fungsi perdamaian dalam norma agama, yaitu
untuk selalu berbuat baik karena dengan melakukan perbuatan baik, maka
kedamaian akan tercipta. Agama selalu mengajarkan kita untuk berbuat kebaikan.
Apabila seseorang melakukan kesalahan yang melanggar norma agama, maka orang
tersebut harus mengubah perilakunya dan berdamai dengan diri sendiri maupun
dengan sesama agar tidak melakukan kesalahan yang sama lagi nantinya.
Perdamaian sangatlah penting agar kita bisa hidup aman, nyaman, dan tentram.
Contoh-contoh
norma agama, yaitu rajin beribadah sesuai kepercayaan masing-masing, tidak
menghina maupun mencela orang lain, bersikap jujur, tidak melakukan hal yang
dilarang oleh agama, mengimani adanya Tuhan sesuai kepercayaan masing-masing,
dan tidak melukai orang lain. Contoh-contoh tersebut wajib kita teladani dalam
diri kita, agar tujuan dan fungsi dari norma agama benar-benar sudah tertanam
dalam diri kita, sehingga kita semua bisa hidup dengan aman, nyaman, dan
tentram.
Jika kita sudah memahami apa itu norma agama, hal yang selanjutnya harus kita pahami adalah keinginan untuk berubah. Tidak sedikit orang yang paham dengan baik apa itu norma agama, namun tetap melanggar norma tersebut. Hal itu dikarenakan tidak adanya keinginan untuk menerapkan norma tersebut kedalam diri kita. Kita harus berkeinginan untuk berubah menjadi lebih baik agar sikap toleransi benar-benar tertanam dalam diri kita. Jika sudah melakukan hal-hal tersebut, tentunya negara Indonesia bisa memecahkan masalah intoleransi beragama ini.
Comments
Post a Comment